SELAMAT MEMBACA

Selamat membaca, semoga membantu dan bermanfaat.

Rabu, 19 Agustus 2015

Kenapa malas, kamu lupa impianmu?

Seberapa sering kita udah bikin to-do list pekerjaan, lalu merasa bakal semangat ngerjain itu semua, tapi tiba-tiba akhirnya Anda malah main game, baca komik, nonton film, facebook-an, jalan-jalan, dan kerjaan-kerjaan menyimpang lainnya? Atau bahkan kita malah jadi cuman ngemil dan tidur-tiduran seharian? Hingga akhirnya kerjaan kita tak beres-beres.. Karena memang tiba-tiba rasanya kita jadi nggak semangat, dan lemes..

Nih ada sedikit tips, siapa tau bisa sama2 kita balikin mood dan semangat... oke pren!
langsung aja

1. Cuma ngeliat sisi buruk dari segala kejadian
 ah, biasanya mereka yang nggak punya motivasi, cenderung hobi pesimis. Sulit melihat sisi positif dari apa-apa yang telah terjadi, dan sulit melihat peluang dari apa-apa yang akan terjadi.
Seperti misalnya ketika proyek kita gagal, atau ketika kompetitor kita makin kuat, atau ketika kita telah gagal bereksperimen, sebetulnya di balik itu semua ada cukup banyak pelajaran yang bisa diambil, dan ada banyak pula peluang yang bisa kita ambil.

















Cara mengatasinya agar tidak malas, biasanya banyak orang yang menyarankan untuk memvisualisasikan diri kita saat sukses. Namun, ketahuilah, itu saja tidak cukup! Yang nggak kalah penting harus banget kita lakukan adalah, buatlah perhitungan.
Kita juga harus mengukur kapasitas diri Kita. Kita bisa ngapain aja, apa kelebihan Kita, apa yang akan Kita hadapi, apakah Kita bisa mengurusnya? Hitunglah secara objektif, tanpa libatan emosional..
2. Kita lupa dengan hasil yang akan didapat
Kerap mereka yang tadinya niat pingin kerja seharian, malah jadi malas-malasan, mungkin mereka lupa dengan kesedihan yang ia rasakan kemarin tentang keluarganya. Mungkin ia lupa dengan beban hutang yang harus ia bayar..
Berpikirlah jangka panjang, hal baik apa yang akan benar-benar Anda dapatkan dari main game itu saja.. Hal baik apa yang akan benar-benar Anda dapatkan dari bekerja keras..
3. Kita sibuk menentukan tujuan yang nggak realistis 

Kadang ada yang mengatakan, menentukan target yang tinggi-tinggi itu bagus karena akan memicu motivasi. Namun, ternyata ada riset yang menunjukkan bahwa target yang tinggi-tinggi malah membuat orang mejadi stress, hingga kadang malah jadi pesismis dan nggak bergerak.
Baiknya, milikilah tujuan maupun target yang sesuai dengan kapasitas kita . Karena tidak mungkin kita tak kunjung melakukan sesuatu yang padahal jelas-jelas kemarin kita sudah berhasil melakukannya, dan sekarang pun kita masih bisa melakukannya.













Sekiranya memang beban kita besar, pecahlah menjadi kecil-kecil. Kita memang tidak bisa memakan sapi dalam satu kali makan, apalagi satu kali gigit, tapi kita bisa memotongnya menjadi kecil-kecil, dan kita bisa makan daging sapinya pada suatu waktu demi suatu waktu. Serta kita pun bisa minta bantuan orang lain untuk ikut bareng menghabiskan daging sapi tersebut.
Ingatlah.. tidak mungkin kita malas melakukan sesuatu, kalau untuk melakukan sesuatu itu cuma 3 menit.. Dalam artian, sesuatu yang kecil, mudah dan gampang..
Nah, sejatinya, setiap pekerjaan-pekerjaan yang serasa sangat membebani itu, terdiri dari pekerjaan-pekerjaan enteng yang pasti bisa Anda lakukan dengan mudah, dan cepat.
4. Kita belum terbiasa
Emang sih, melakukan hal yang sulit itu gak biasa. tapi lihat lagi target pencapaian kita kedepan.
seperti yang diatas, kita hidup mulai dari hal kecil. Pelan-pelan dan akhirnya selesai juga kalau kita punya harapan. Makanya kita harus membiasakan dari hal kecil agar harapan besar pelan- pelan bisa tercapai.

 













5. Kita ggak nangkep peluang

 Kita lihat deh.. orang-orang yang miskin motivasi, hobi banget ngomong, "Nggak mungkin.." tanpa bisa membuktikan, kenapa nggak mungkin? Tentu kita juga bukan harus menjadi orang yang over-motivasi, bergerak hanya bermodalkan semangat tanpa kesadaran, tanpa perhitungan, hingga akhirnya menerobos segala hal. Kalau seperti itu, ujung-ujungnya bisa malah menjadi orang yang miskin motivasi, karena trauma kok dia nggak berhasil-berhasil..

Memang tidak bisa dinafikan, kadang yang membuat kita semangat kerja itu ada 2 hal. Pertama, ketika kita sudah berhasil 100% menyelesaikan sebuah kerjaan, jadinya pingin menghadapi target yang baru lagi. Kedua, ketika kita melihat peluang, kemungkinan besar mendekati 100% kita bisa berhasil, karena ada singkron antara potensi dan peluang.
6. Kebablasan maen maen
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 64% karyawan yang nggak semangat adalah mereka yang hobi menghabiskan waktunya di social media. Sayangnya belum ada yang mensurvey siapa yang di tempat kerjanya bermain game. Atau minimal ketika kerja, pikirannya pingin cepat pulang buat main game.

7. Nggak bijak menyikapi waktu

Sebetulnya sih istilah "me-manage waktu" itu kurang tepat. Kan 1 jam itu memang 60 menit, 1 menit itu 60 detik, mana bisa diubah-ubah (di-manage)? Makanya istilah yang lebih tepat itu adalah, me-manage diri, bagaimana menyikapi waktu.

Cobalah beri apresiasi setiap kali Anda telah berhasil mengerjakan target Anda sesuai waktu yang telah ditentukan.

 8. Ngerasa diri kita nggak berbakat

Aku pribadi belum paham defenisi bakat itu apa. Seperti yang dijelaskan di atas, setiap orang yang memiliki kemampuan hebat, itu karena habit-nya. Daripada kita membahas hal yang abu-abu, lebih baik kita urusin aja yang udah jelas, yakni, berusaha membangun habit.

Ada begitu banyak habit yang bisa Anda bangun. Bangunlah! Itu akan membuat Anda bertambah pede, dan tetap optimis, serta termotivasi.

Sekiranya kita berkutat di pembahasan khayali bahwa kita ini tidak berbakat, berarti diri kita sendirilah yang telah membangun tembok besar antara diri kita dengan target yang hendak kita capai.

9. Kita kurang bertaqwa

 Apakah kita down-nya karena susah memenuhi kebutuhan kita, dan banyak sekali beban, sehingga kita stress, kemudian jadi hilang motivasi dan akhirnya nggak semangat ngapa-ngapain?
Ini ada kalimat dalam al kitab yaitu Al Qur'an yang aku tau...
Hati-hati.. semoga kita tidak termasuk orang yang difirmankan Allah berikut ini..

"...Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit...” (QS. Thaahaa: 124)
Coba periksa kembali.. Apakah pekerjaan kita saat ini halal? Jika iya, buktikan mana dalilnya. Jangan sampai ternyata pekerjaan yang Anda lakukan sekarang berkutat dengan riba (bunga), Bank, leasing, asuransi, pajak, penipuan, buka aurat, tidak syar'i, dan lain-lain yang notabene tidak berkah, sehingga hidup kita senantiasa gelisah.

10. Kita terlalu sering menggunakan perasaan dan menelantarkan logika

Memang wajar, sebagai manusia kita menggunakan perasaan. Namun, jangan lupa, adalah wajar juga kita menggunakan logika. Karena pembeda antara manusia dengan hewan, adalah akal.

Dan memang Allah memberikan kita akal, supaya kita bisa membedakan yang mana yang benar, dan yang mana yang salah. Nah, sedangkan perasaan, tidak selalu bisa mengatarkan kita pada kebenaran. Contohnya saja, kan pernah ada orang yang berkata, "Dimana yaa saya taruh pulpen saya.. Perasaan tadi saya taruh di Meja sini deh.." Eh, ternyata pulpennya disangkutin di telinga. Itulah perasaan. Memang kadang bisa jadi benar, kadang bisa jadi juga salah.




















Nah, kebetulan, setiap mental block yang kita miliki, itu semua adalah bagian dari perasaan. Betapa banyak orang yang telah diskusi hingga akhirnya menemukan kebenaran, atau argumen yang lebih kuat, namun menutup mata atas itu semua, sembari berkata, "Yaa.. tapiii...", "Pokoknya nggak mau..", "Yaa gimana lagi udah dari dulu.." itu semua bentuk dari perasaan.














 udah gitu aja dulu, TETEP SEMANGAT !!! INGET IMPIAN dan HARAPAN !!!



source : http://www.teknikhidup.com

Tidak ada komentar :

Posting Komentar